Dan hari ini begitu terasa..

Image

Hari ini merasa melankolis
Bukan, bukan karena ke laboratorium dan melihat banyak orang sudah berlangkah-langkah lebih maju daripada saya dalam program kelulusannya, sementara saya masih melangkah bolak-balik maju mundur.
Bukan juga karena sudah beberapa hari saya tidak telponan sama si dia, hanya sekadar sms tanya kabar dan basa basi, sekarang saya sudah tidak peduli.
Salah juga kalau menebak saya melankolis karena kantong menipis disebabkan aliran uang tiris .
Dan terutama bukan karena saya rindu rumah yang padahal baru beberapa hari saya salim pamit sama bapak mamah.

Hari ini merasa melankolis
Cukup melankolis untuk menyusun kata-kata alay di sini menjadi sebuah paragraf yang penuh kealayan sehingga pada akhirnya terciptalah sebuah prosa yang super alay. Padahal seharusnya saya menyusun kata-kata bermutu menjadi sebuah makalah seminar ilmiah yang begitu sulit dipahami oleh saya sendiri.
Cukup melankolis untuk meminum 3 porsi kopi dengan banyak gula, padahal saya kan, sedang diet.
Cukup melankolis untuk terdiam lama di depan komputer tanpa berbuat apa-apa sampai akhirnya justru mengantuk karena tidak tahu mau berpikir apa.
Cukup melankolis sampai akhirnya saya mengurung diri di kamar dalam suasana remang-remang menanti sms harapan mengajak saya jalan-jalan

Tapi tiba-tiba, baru saja, saya berpikir aneh

Memangnya yang saya rasakan ini benar “melankolis”? Atau hanya bentuk samaran  efek pudarnya sebuah rasa indah yang dinamakan syukur?

Sebenarnya tidak tahu pasti definisi melankolis menurut bahasa Indonesia maupun bahasa lainnya. Saya hanya sok tahu dan pura-pura menulis kata “melankolis” karena kelihatannya sedang tren untuk menggantikan pudarnya tren penyebutan kata lain yang disebut “syukur”

Atau kata lainnya.. “Galau”?

Karena hari ini merasa melankolis, galau, jadi sudahlah tidak usah membahas tata krama bahasa itu.

Hari ini merasa melankolis
Melankolisnya sampai-sampai saya tidak melihat apa yang sebenarnya memantulkan banyak panjang gelombang sehingga seharusnya terlihat begitu indah.
Melankolisnya saya sehingga saya hanya main ke laboratorium dan berinteraksi dengan pikiran buruk sendiri, padahal banyak yang belum pernah merasakan bahkan tahu apa itu laboratorium.
Melankolisnya sampai-sampai saya tidak sadar bahwa hp saya merekomendasikan banyak sahabat-sahabat lain selain si dia yang bisa saya tanya kabarnya, saya ledek, dan saya tersenyum karena smsnya
Begitu melankolisnya sampai-sampai saya tidak melihat bahwa kantong tipis saya masih lebih baik, yah setidaknya saya masih punya kantong tempat menyimpan uang.. , meskipun padahal bbm naik..

Bahkan melankolisnya saya membuat lupa bahwa, Alhamdulillah yah, sesuatu, saya bisa pulang ke rumah kapanpun saya mau, dibandingkan teman lainnya yang jika rindu rumah, hanya bisa pulang lewat sms.
Mungkin rasa “melankolis” atau “galau” yang sok-sokan saya tulis ini artinya tidak sesuai dengan arti sebenarnya di kamus bahasa. Menghadirkan kata-kata tersebut dalam tulisan ini ternyata hanya menambah gundah melempar sadar bahwa seharusnya hari ini, setiap hari, merasa “bersyukur”.

“Jangan pura-pura”, kata saya baru saja kepada jari saya sendiri, “padahal kamu mencuci rasa syukurmu sendiri dengan deterjen bermerek melankolis dan galau itu”.

Baiklah, saya akan ganti..
.
.
.
Hari ini saya merasa alay.

:p

Atikah- 16 Maret 2012
Dalam kamar remang-remang, Bogor

Advertisements

5 thoughts on “Dan hari ini begitu terasa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s