Karena kita bukan kartini

Sahabatku,
Kita memang berhak bekerja, berpetualang, dan belajar dimana saja
Memenuhi diri dengan ilmu, wawasan, dan keterampilan
Berbakti pada orang tua, bermanfaat bagi orang lain, membangun negara, memajukan bangsa…
Belajar sama kerasnya dan mencari ilmu sama banyaknya dengan para lelaki

Tapi jangan lupa, hak kita tersimpan penuh di rumah
Hak untuk tinggal dan menerima nafkah

Hak untuk berhias, menjadi tempat bersandar suamimu, inspirasinya saat lelah, dan tempat candanya saat senang
Menuai pahala darinya

Hakmu untuk membesarkan sendiri anakmu, menemaninya tumbuh, dan menyiapkan bekalnya sampai dewasa
Menuai pahala darinya

Memiliki kesempatan menjadi pendamping dan pendidik yang paling penting, berpengaruh, dan berharga, bagi hidup orang yang paling penting, berpengaruh, dan berharga
Bahkan menuai pahala tak terhingga darinya

Ah, keberhakan atas semua itu… bukankah lebih istimewa dan kuat daripada sekedar ”penyetaraan gender” atau “emansipasi” yang sering disalah arti oleh para “kartini masa kini”?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s