Main-main ke Jungleland Sentul

Kerjaan menumpuk di kantor akhir-akhir ini membuat Mas Iqbal (my beloved lovely cute ‘hitam manis kriwil‘ husband) bosan dan mendadak pingin ngebolang. Jiwa mudanya muncul. Saya sih senang-senang aja :p. Tapi.. jalan-jalan kemana di Jakarta yang mudah dijangkau dari rumah selain mall? Padahal kami maunya ke tempat bermain kayak dufan gitu tapi sekarang dufan lagi mahal banget duhh 😦 Akhirnya setelah cari-cari informasi tiket dan rute, serta testimonial via blogwalking, kami memutuskan untuk ke Jungleland di Sentul City. Kenapa kesana? soalnya baru, keliatannya permainannya asik, dan harganya ga semahal dufan.

Proof. :p
Prove. :p

Setelah menimbang dan memutuskan, senin lalu kami main ke Jungleland theme park terletak di Sentul City, Bogor. Tadinya mau berdua saja saya sama hubby pinjam mobil bapak, terus si adik-adik manis minta ikut jadilah kita ketambahan 4 orang.  Berangkatlah kami jam setengah 10. Siang banget ya? iya. Biasa ibu-ibu pagi-pagi banyak urusan dulu. hehehe. Jadi yang berangkat ada saya, Mas Iqbal, Marwah, Maryam, Ayman, dan Dian (dua yang terakhir anak SD kelas 3).

Sampai Jungleland pukul 11.30 dan ternganga-nganga melihat  megah dan elitnya pintu masuk Jungleland ini, kami beli tiket dan bersemangat langsung… makan siang. Daripada main dalam kondisi perut lapar, akhirnya kami makan di salah satu restoran di area downtown Jungleland. Area downtown ini adalah area dari gerbang besar menuju pintu masuk theme park, di sisi kanan kirinya banyak restoran dan kafe, serta ada panggung kecil juga. Nuansanya.. kayak di foodcourt gitu, tapi bagus. Restoran dari mulai Starbucks, Bakmi Grand (bukan gang) Kelinci, Solaria Sosialita, sampai Warung Sunda yang jual es dawet ireng juga ada, dll. Jangan khawatir, harganya standar  theme park pada umumnya 😉 . Ini fotonya, sayang baru diambil pas mau pulang jadi udah agak gelap.

 

 

Setelah makan di Warung Sunda, kami masuk ke theme park. Oh ya tiket masuknya, karena hari itu lagi libur, Rp 150.000 (kalau hari biasa Rp 100.000) sudah include semua wahana. Info lebih lanjut langsung aja deh ya klik website Jungleland. Di dalam jungleland, kami ternganga-nganga lagi karena areanya luas sekali, ditambah belum ada pohon2 yang tinggi jadi makin luas. Dan… masih dalam tahap pembangunan saudara-saudaraa.. beberapa wahana masih ditutup, terutama wahana show2 gitu yang ada di area belakang Jungleland. Tapi tetep aja cukup amazing, lumayanlah jadi alternatif dufan. Jungleland ini dibagi beberapa area, namanya saya ga hapal, intinya ada wahana anak-anak dan ada yang dewasa juga. Wahana anak-anaknya cukup banyak, jadi kalau mau bawa anak tk kesini buat tur juga oke. Ada lebih dari 15 wahana yang udah dibuka disini, beberapa ada yang ekstrim, ada juga yang biasa aja, ada juga yang cuma buat lucu-lucuan doang. Hehe.

Sejujurnya, saya orangnya penakut, ga berani naik wahana yang “menyiksa jantung”. Tapi hari ini saya berhasil naik 2 wahana yang.. err.. considerably scary. Pertama yaitu Sarang Burung Berang, kalo di dufan semacam Histeria. Sama persis modelnya, beda jauh tingginya. Saya udah teriak-teriak setengah mati, tapi kata adik saya dan mas Iq ini ga ada apa-apanya dibandingkan Histeria dufan. Oke fine. Membuat saya berjanji ga akan naik Histeria nanti kalo ke dufan. By the way wahana ini ada versi mininya buat anak-anak, namanya Ceblak Ceblok 😀

img_20130812202521_5208e24106ca9
Sarang burung berang (kayak sutet ya)

Setelah itu saya naik beberapa wahana lagi seperti pontang-panting (kaya ontang-anting dufan, ada versi mininya juga) dan harvest time atau roller coaster (meskipun saya cukup olahraga vokal selama naik ini, tapi sebenernya ini ga begitu menyeramkan, even I’m the coward one said so :p). Sementara Ayman dan Dian sibuk wara wiri naik wahana anak-anak, kami yang 17 tahun ke atas masuk ke rumah jelangkung, yaitu rumah hantu yang mirip dengan rumah hantu pada umumnya. Sepertinya rumah ini juga masih dalam pengembangan  meskipun udah cukup seram lah. Ketika Ayman dan Dian akhirnya nyobain, mereka bilang “ga terlalu serem banget“. Anyway, worth to try.

Ada 3 wahana ekstrim yang sudah tersedia disini yaitu Hihibeuran, Disko, dan Petir. Setelah tadi naik ke Sarang Burung Berang, saya juga berhasil naik wahana “Hihibeuran” (setelah dititahkan oleh mas Iq (nurut suami ya)), dan.. ini wahana terseram yang saya naiki sebagai seorang penakut. Naik pesawat terus di-swing dan diputer-puter, lumayan bikin jantung lari-larian deh. Saran saya bagi yang penakut? coba. Hehehe. Sementara dua wahana lainnya yaitu Disko dan Petir saya ga berani. Yang Disko karena saya takut mual, sementara yang Petir.. well.. ngeliatin orang yang naik saja saya ngeri banget. Mas Iq dan Maryam yang naik juga bilang kalo ngeri banget. Kaya ditekan trus dilempar. Baiklaah..

 

 

Oh ya, di tengah-tengah bermain ada kejadian yang cukup mendebarkan. kunci mobil raib. Deg-degan. Horor. Dicari-cari kemana-mana sampe ke resto tempat makan tadi. Daaan ternyata kuncinya masih menggantung di pintu masuk mobil, di tempat parkir sodara-sodaraaa. -_______- Ga ada yang liat apa ya? hehe. Anyway Alhamdulillah insidennya cuma sampe situ aja dan kami melalui sisa hari dengan gembira. Beberapa pertunjukan sempat kami tonton, seperti perkusi, ada yang nyanyi-nyanyi juga, fire dance, dan sulap. Sayangnya, banyak wahana dan lokasi hiburan yang masih dalam pengembangan, misalnya Rafting, Science, dll. But that’s okay. Dihitung-hitung, kami disana dari pukul 12.00 – 17.30 alias sampe mau tutup dan jadi kebagian pawai tokoh/ikon-ikon Jungleland. Setelah melalui tahap capek, sholat, beli gulali kapas (kayaknya gimana gitu kalo ke theme park dan ga beli gula-gula kapas 😀 ) dan foto-foto sama tokoh-tokoh Jungleland, kami siap-siap pulang dengan riang. Senangnya, Mas Iq fresh lagi dan siap berjuang lagi deh di kantor 🙂

 

 

Buat referensi untuk temen-temen yang mau kesana, berikut tips dan info ringkas jalan-jalan ke Jungleland yang bisa saya share, semoga bermanfaat.

Info
Budget + jajan : hari biasa sekitar 150rb per orang, hari libur 200rb per orang
Tempat sholat : tersedia dan cukup bagus, bisa sholat Jumat juga
Restoran  : banyak, ada booth Torabika cappuccino (my favorite!)
Jam buka : 10.00 – 18.00 (hari biasa), 09.00 – 18.00 (hari libur)
Transport : Hmm.. sebenernya bisa naik angkot sampai sentul dan lanjut shuttle khusus ke dalem Junglelandnya, ada infonya juga. Tapi preferably bawa kendaraan sendiri 🙂

Tips
– Kalo bisa bawa makanan dan minuman sendiri, karena harga cemilan cukup mahal.
– Kalo ga rame-rame, berangkat siang aja, jadi optimalkan waktu main setelah jam 2. kenapa? panas buangeeeetttt!! Karena masih baru, jadi belum banyak pohon. Other tips? pake high SPF sunblock, payung, topi, bawa kipas. 
– Sebelum berangkat makan dulu aja karena harga di restonya cukup lumayan buat kamu-kamu yang berprinsip hidup irit 🙂
– Kunci mobil jangan ketinggalan di pintu mobil.

Mudah-mudahan share saya kali ini bermanfaat. Ada yang punya tips lain atau tempat tujuan jalan-jalan lain di sekita jabodetabek? boleh bagi-bagi dong 😀

Last picture taken there. Feel the moment.
Last picture taken there. Feel the moment.
Advertisements

6 thoughts on “Main-main ke Jungleland Sentul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s