How to Be Happy

Menurut Profesor Daniel Gilbert, ada dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan alami dan kebahagiaan sintesis. Kebahagiaan alami adalah apa yang secara spontan kita rasakan saat mendapatkan apa yang diinginkan. Sedangkan kebahagiaan sintetis adalah sesuaty yang sengaja kita pilih untuk kita pikirkan atau lakukan supaya bahagia. Bahagia sintetis adalah bahagia yang kita ciptakan, contohnya saat bisnis gagal atau ngelamar kerja belum juga keterima, kita akan menghibur diri sendiri.

Menurutmu, mana kebahagiaan yang bertahan lama, kebahagiaan alami atau kebahagiaan sintesis? 

Ternyata kebahagiaan yang bertahan lama adalah kebahagiaan sintesis. Mengapa? Sebab semakin bergantung pada kebahagiaan alami, kita akan rentan terombang-ambing antara bahagia dan menderita, karena kehidupan dunia ini selalu diselingi peristiwa baik buruk yang silih berganti. Kebahagiaan alami akan segera hilang seiringi berjalannya waktu, misalnya, ketika mendapatkan kenaikan gaji pasti kita akan senang dan bahagia. Namun, seiring berjalannya waktu, kenaikan itu menjadi biasa, bahkan mungkin sudah hilang dan kita akan mengajukan kenaikan gaji yang baru lagi. Ibaratnya, kebahagiaan kita bergantung pada apa yang datang dari luar, harapan-harapan terhadap orang lain dan peristiwa sekitar kita.

Saat kita merasa bahagia, sesungguhnya hormon-hormon dalam tubuh kita juga bekerja. Kita bahagia, kita tertawa. Saat tersenyum dan tertawa itulah tubuh akan memicu peningkatan T-cells yang akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita. Tersenyum dan tertawa juga bisa menurunkan produksi hormon cortisol, epinephrine, dan dopac yang berkaitan dengan respons terhadap stres. Hasilnya terjadi penurunan tingkat stres, depresi, kecemasan, dan duka mendalam.

Sekarang, bagaimana caranya bahagia? bagaimana mensintesis kebahagiaan sehingga kita tidak tergantung pada datangnya kebahagiaan alami?

Memberi. Memberi. Memberi. atau Terima Kasih. Terima, terus dikasih-kasih. Buat orang lain bahagia, maka kita akan bahagia.

Etts jangan “tapi” dulu. Hehehe. Kalo di buku Makelar Rezeki karya Jamil Azzaini, memberi bukan hanya soal memberi harta, tapi juga tahta, kata, dan cinta. Mengalirkan harta dengan bersedekah, meminjamkan modal, dsb. Mengalirkan tahta dengan cara kaderisasi, menurunkan ilmu. Mengalirkan kata dengan memotivasi, bercerita, memuji. Serta mengalirkan cinta, dengan mengasihi, orang tua, keluarga, anak yatim, tetangga, atau jadi mak comblang juga bisa. :p

Aku ga bisa menjelaskan lebih banyak lagi, tapi serius, coba baca Makelar Rezeki nya Jamil Azzaini. Ga usah beli gapapa, pinjem punya aku boleeh. Tulisan ini aku publish bukan karena dibayar untuk promosi atau apa, just because I love you, and I want you to be happy  🙂 

Spesial untuk adik-adikku, suamiku, kawan-kawanku CupStory, 7tools, psdms, itp45, css, dan semuanyaaa. Have a nice and blissful weekend :)).

— Naskah berwarna abu-abu dikutip dari tulisan dalam salah satu bab Makelar Rezeki, by Jamil Azzaini.

Advertisements

One thought on “How to Be Happy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s