Bagimu yang Mudah atau Sedang Marah

Assalamualaikum Wr Wb, dear readers, please welcome my first post in April! 😀

Being busy lately, internet connection yg sering down, dan wordpress yg sering eror visual editornya, bikin males posting.. (*alasan). Hehe, but sekarang mudah-mudahan udah bisa sering posting, karena Alhamdulillah sudah kesampaian punya modem yang akhirnya bisa menembus benteng sinyal di Talaga Bestari ini. 🙂

Kebetulan minggu lalu saya beserta beberapa sahabat datang ke kajian bulanan Aa Gym di Masjid Istiqlal yang temanya membahas mengenai MARAH. Di posting ini saya akan share mengenai hasil kajiannya. 🙂

Suasana kajian
Suasana kajian

“MARAH merupakan salah satu hal yang sangat efektif mengotori hati. Tapi juga sangat efektif mengubah seluruh paradigma diri kita jika kita bisa mengendalikannya.”

لا تغضب ولك الجنة
“Jangan marah, maka bagimu surga” (HR.Thabrani)

Bahkan Rosulullah SAW pun berwasiat juga dalam hadist yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari,

““Dari Abu Hurairah r.a. sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah saw. : (Ya Rasulallah) nasihatilah saya. Beliau bersabda : Jangan kamu marah. Seseorang itu menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda : Jangan engkau marah.” (HR. Bukhori)”

Kenapa sih jangan marah? itukan manusiawi, normal, emosi spontan, dan menunjukkan bahwa kita punya perasaan?? Kenapa sih ga boleh marah? KENAPA?? lah kok malah jadi marah-marah.. :p

Mengapa HARUS menahan amarah?

1. Menurut ilmu kesetanan, marah adalah salah satu pintu dimana setan paling mudah masuk dan menggoda. Hati-hati loh, istilah marah sampai “kesetanan” awalnya adalah marah karena hal kecil, yang kemudian amarahnya dikeluarkan, alias kita membuka pintu dan mengundang setan untuk masuk, demikian ilmu yang dipegang para setan di akademi kesetanan 😀

2. Marah membuat kita tampak jelek. Serius. Mau semahal apapun make up, sebagus apapun pakaian, wajah orang marah pastilah jelek 😦

3. Kata-kata yang keluar dari mulut orang yang marah pastilah buruk. Bukan cuma kata-kata kasar dan nama-nama flora fauna yang diucapkan, tapi bisa-bisa sampai menjurus kekufuran, misalkan, “Aaa Allah tidak adil!” atau “Kenapa sih musti guwee yang kena sial beginiii ya Allaaah??” well, hati-hati yaa dear readers, ucapan kekafiran, celaan berlebihan, mengumpat takdir, dst., bisa saja dicatat sebagai tabungan dosa bagi kita.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammengingatkan,

إِنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ، مَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا، يَزِلُّ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ المَشْرِقِ

Sesungguhnya ada hamba yang mengucapkan satu kalimat, yang dia tidak terlalu memikirkan dampaknya, namun menggelincirkannya ke neraka yang dalamnya sejauh timur dan barat. (HR. Bukhari dan Muslim)

NGERIIII 😕

4. Makin memuncak kemarahan, akal sehat akan makin hilang. Bisa-bisa sampai dzalim. Karena marah awalnya adalah nafsu, keluar sebagai amarah, dan berujung pada kedzaliman. Barang-barang dirusak, hp belum lunas dibanting, pahala kebaikan hilang (karena orang marah cenderung menyebut-nyebut kebaikannya scr tidak sadar). Please be careful, brother dear..

5. Seorang yang suka marah akan sulit menyelesaikan masalah, karena begitu ada masalah dia akan menambah masalah lagi dengan kemarahannya, belum lagi kalau menyakiti hati orang.. deuuh ini yang jadi atasan-atasan hati-hati yaa kalau marah sama karyawannya 🙂

6. Orang yang suka marah tidak bisa menjadi pemimpin. Bagaimana bisa memimpin orang lain kalau memimpin dirinya sendiri tidak sanggup?

tambahan,

7. Bahaya untuk kesehatan. Ketika marah, hormon noradrenalin akan dilepaskan. Hormon noradrenalin adalah senyawa yang bersama-sama hormon adrenalin (hormon yang timbul akibat kecemasan dan ketakutan yang teramat sangat) dapat memicu terjadinya penyempitan pembuluh darah dan bahkan penyumbatan pembuluh darah. Biasanya orang yang takut dan marah sampai pamuncak dadanya terasa sesak dan nafasnya tersengal-sengal kan ya. Itu semua merupakan akibat munculnya dua hormon tersebut, dan bisa berakhir dengan serangan jantung dan atau stroke. Na’udzubillahi min dzalik. See this.

ANGRY_HEARTS

Nah ya, tadi udah alasan mengapa kita jangan marah, tp bagaimana kalau kita sudah terlanjut merasa marah?

Bagaimana kalau sudah kepingin marah?

Amalan yang dilakukan ketika hati diliputi bara adalah (diurutkan dari yang pertama dilakukan)

1. Taawuz. Tahu kan ya?
A’udzu billahi minas syaithoonirrojiim.
“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk” .

Kadang-kadang kita suka mengucap istighfar, bahkan dengan keras, ketika sedang marah banget. Salah men, yang diucap adalah taawuz dulu. Kenapa? karena marah itu dari setan, dan cara yang paling ampun mengusirnya adalah minta tolong sang pencipta & pemilik setan, Allah SWT. 🙂

Dari sahabat Sulaiman bin Surd radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

Suatu hari saya duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada dua orang yang saling memaki. Salah satunya telah merah wajahnya dan urat lehernya memuncak. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِني لأعلمُ كَلِمَةً لَوْ قالَهَا لذهبَ عنهُ ما يجدُ، لَوْ قالَ: أعوذُ بالله مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجيمِ، ذهب عَنْهُ ما يَجدُ

Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang. (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Diam. DIAM.
(إِذَا غَضَبَ اَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ (رواه إمام احمد
“Jika di antara kalian marah maka hendaklah ia diam” (HR Ahmad)

Jangan keluarkan amarahmu, saudara. tahan. tarik napas. Jangan keluarkan kata-kata apa-apa. Karena jika sudah dikeluarkan, maka amarahmu akan makin membesar dan menggelinding bagaikan bola salju, glundung glundung..

3. Turunkan posisi. Ketika kita diposisi tinggi (berdiri dsb) jangkauan kezaliman kita luas. Kita bisa saja mengambil barang trus dilempar, menunjuk-nunjuk, menendang, memukul… nah, maka dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehatkan,

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلَّا فَلْيَضْطَجِعْ

Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur. (HR. Ahmad & Abu Daud).

Source: Google
Source: Google

Kebayang kan kalau marah-marah sambil posisi tidur, mau ngapa-ngapain juga susah, yang ada malah baca Bismillah doa tidur trus turu.. hehehe

4. Berwudhu atau mandi. Karena marah dari setan, dan setan terbuat dari api, maka siramlah dengan air. logic.

إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu. (HR. Ahmad dan Abu Daud)

 

Janganlah mudah marah, dearly brothers & sisters, cobalah tahan amarah sebisa-bisanya. Ganti paradigma berpikir, ubah posisi dalam memandang permasalahan. Nih ada contoh yang bagus. Misalkan kita lagi mau sholat di Masjid Istiqlal, tiba-tiba ada kucing masuk dan dengan tenang mengencingi mukena/sarung yang akan kita gunakan. Beuhh udah ga tau lagi itu mau marah gimana ya, mau marah sama siapa? sama DKM, sama kucing?

“Dasar kucing kurang asem!” begitu kira-kira yang mungkin terucap atau terpikir, belum kalau kita sampe mendoakan keburukan buat si kucing, yang kemungkinan besar ga ngaruh..

Cobalah berpikir dari sudut pandang si kucing..

“mikir men, gw udah jauh-jauh dateng dari monas, ninggalin anak-cucu, panas-panasan ke masjid istiqlal, naik tangga, dapet tugas cuma buat ngencingin mukena elu.. kenapa gw dimarah-marahin, harusnya lu bersyukur, dari sekian banyak orang di masjid ini elu yang terpilih..” gitu mungkin pikiran si kucing.

Hehehe, ga ada yang kebetulan. Semua sudah diatur sama Allah dan ditulis. Jadi ga ada gunanya marah-marah juga, coba introspeksi sendiri, jangan-jangan itu mukena pinjeman udah lama ga dibalikin….

Okelah, kita ga marah. Tapi gimana kalau kita dimarahin?

Cuma ada satu cara menghadapi orang marah.

Tangkap kemarahannya. Jangan dibalas. jangan dinasehati. jangan diapa-apain, tangkap saja, terima saja dengan lapang hati, dimarahi bukan berarti kita kalah, hehe. Yang jelas, jangan mentang-mentang marah dari setan dan setan dari api, lagi dimarahin bos ujug-ujug kita siram bosnya. Jangan ya. Not recommended.

Nah demikian yang kemarin saya tangkap dari kajiannya, ditambah beberapa sumber lain. Semoga bermanfaat bagi saudara-saudara pembaca sekalian (baca aja sist? komennya boleh kali :p)

Ingat, marah bisa menyebabkan kita kehilangan banyak hal, barang berharga, pahala, jabatan, kehormatan, saudara, sahabat, suami, istri…

Marilah kita biasakan menahan marah dari sekarang. Pelan-pelan berubah, lama-lama juga akan biasa. Jangan marah, tapi tegas dan santun. Tegas dan santun ya 🙂

Sedikit kenang-kenangan acara kemarin :p dan fyi kajian berikutnya adalah tanggal 11 Mei. yuk ketemu disana, insya Allah.  🙂

Kenang-kenangan
Kenang-kenangan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s