Baked Fettuccine Bolognese

{ Fettuccini Bolognese Panggang }

I love pasta. What’s not to love? Pasta bisa dimasak jadi apa saja, enak, cocok dengan lauk apapun, bukan junk food.. Basically nasi dalam bentuk lain. Apalagi dengan saus bolognese buatan sendiri, hmmm..

Tapi di keluarga kecil kami (keciiiiil bingits, cuma berdua), masak pasta meskipun sedikit pasti sisa, hehe. But honestly, we expected that leftover. Perfect untuk sarapan, diangetin terpisah boleeeh, ditumis campur boleeh. Cepat, quick, presto!

Kali ini leftovernya saya panggang, ditambah parutan fresh mozzarella (ini mozzarella buatan lokal yang masih home/small industry, bukan beli di supermarket 😉 psst, lebih murah), dried basil, dan paprika.. Sambil manggang sambil nyapu, sambil nyium wangi seisi rumah. La la laa

 

1-DSC00178
Hmm

Langsung saja berikut saya share langkah pembuatannya.

Fettuccine

Siapkan

  • Fettuccine (Saya menggunakan fettuccine bayam #sanremo *) (see notes)
  • Air mendidih
  • Garam

Didihkan air, tambahkan garam, masukkan fettuccine dan rebus selama kurang lebih 10 menit sampai al dente. Drained. Taburi minyak zaitun supaya tidak saling menempel.

Ini fettuccine yang saya gunakan di rumah
Ini fettuccine yang saya gunakan di rumah

Basic Bolognese Sauce

Klik disini untuk resepnya.

 

Baked Fettuccine Bolognese

Siapkan

  • Fettuccine
  • Saus bolognese
  • Garam dan lada
  • Keju mozzarella segar, parut
  • Paprika merah (boleh warna apa saja)
  • Basil kering

Langkah-langkah

  1. Panaskan oven 180-200 C
  2. Aduk fettuccine bersama saus bolognese di wajan
  3. Koreksi rasa dengan penambahan garam dan lada
  4. Tuang ke dalam loyang
  5. Taburi keju mozzarella parut
  6. Taburi paprika
  7. Taburi basil kering
  8. Masukkan oven segera 180-200 C selama 10-15 menit tergantung tingkat kematangan keju yang diinginkan
  9. Sajikan panas dengan saus sambal

 

Please forgive that messy plate.. :9
Please forgive that messy plate.. :9

Notes

  • Pasta tidak terbatas pada fettuccine saja, bisa menggunakan pasta apa saja. Seperti makaroni panggang, lasagna, atau kaserol.
  • Sarannya, gunakan pasta yang berbahan baku gandum semolina.

pasta yang menggunakan bahan baku gandum semolina lebih sehat karena mengandung lebih banyak serat dan indeks glikemik lebih rendah

  • Ketika menaruh di loyang bisa diselang-seling antara pasta, kemudian keju, kemudian pasta, keju, baru paprika dan basil. Freestyle!
  • Panas oven berbeda-beda tergantung jenis ovennya, pada dasarnya kita hanya ingin melelehkan keju, mengeringkan sedikit saus bolognese dan paprikanya, juga membuat aroma basil keringnya keluar.
  • Selamat mencoba, share hasilnya yaaa 😀
1-DSC00171
Selamat sarapan!

Continue reading Baked Fettuccine Bolognese

Toasted Oatmeal Chocolate Chip Whole Wheat Cookies

UPDATE!

Just added some new photos. Same recipes, same delicious taste, better pictures. hehe 😀
Homemade, soft oatmeal cookies always tempt me. However, I never make it to try one, as they are rarely sold in this country. I always love to see homemade oatmeal cookies photograph in other food blogs, and also curious about the taste. That shape inconsistency, the crumb, white dull dots of oatmeal, I almost can smell the flavor. To me, pictures don’t speak, they smell. And all the good cookies pictures always smell good to me.

Using spoon to shape the dough
Using spoon to shape the dough

Finally I decided to make one of those, and I decided to go whole. I mean 100% whole wheat flour. I was digging into food blogs and websites to find the most affordable, and easiest, recipe to follow, when I accidentally found this recipe from two peas and their pod food blogs (see here). Their called for toasted oats for their oatmeal cookies. I couldn’t be any more curious. Continue reading Toasted Oatmeal Chocolate Chip Whole Wheat Cookies

Ketika Tauge Bertemu Telur di Pagi Hari

Assalamualaikum dear ibu-ibu pengelana dunia maya! 😉

Kali ini saya mau posting resep #sukasuka omelet tauge + keju, atau sebut saja Omelet Taukeju ya (kurang keren ya namanya, hehe). Tadinya mau numis tauge buat sarapan, tapi kayanya kok boring. Oh ya, tauge atau bean sprout adalah salah satu superfood loh (kapan-kapan posting tentang superfood ya). Hebat euy. Udah mana manfaatnya segudang, di Indonesia melimpah, rasanya enak renyah-renyah manis gitu, dan gampang diolah. Yaudah cus deh ini resepnya (g usah pake resep gapapa sih sebenernya, highly modifiable :D)

Bahan
– Tauge 100 gram, wash and rinse
– Telur ayam 3 butir
– Keju cheddar (atau parmesan, mozzarella, suka-suka) parut, secukupnya
– Tomat 1 buah kecil, chopped Continue reading Ketika Tauge Bertemu Telur di Pagi Hari

Easy Skinny Mashed Potato – Resep Kentang Tumbuk

I love potato! we all do! 😀 Despite its simple recipe and preparation (My mother used to cook Kartoffelpüree (or mashed potato, Germany and as I kid, I thought that the cooking process was really simple), we rarely see any stall shop or simple, “economically feasible” restaurants serving mashed potato in their menu, in Indonesia. Well it’s probably because.. you know, “mashed rice” or buryam is more preferable to Indonesian people. :p

However actually, Indonesia has a food resembling mashed potato, yep, perkedel. While mashed potato usually served as the main dish (staple food) in other countries, Indonesian people eat perkedel as a side-dish, as the company to rice, our “cannot-live-without-it” food.

Perkedel. Source: google
Perkedel. Source: google

Ignoring its preparation (by deep fat frying), I definitely love perkedel. But we’ve been limiting our deep-fat-frying-food intake lately and I want to eat potato as a main ingredient of the dish not as the side dish, but don’t want to fried or simply boil it either. So, Continue reading Easy Skinny Mashed Potato – Resep Kentang Tumbuk

Tumis sayuran warna-warni

Saya dan suami (berusaha) untuk suka banget dan sesering mungkin makan sayuran. Dan untuk sayuran, paling baik adalah dengan melakukan sesedikit mungkin proses pengolahan, bahkan ga diolah (misalnya salad baik salad lokal kayak lalapan atau karedok, maupun salad non lokal yg pake mayones ituhh). Tapi kan gimana gitu ya kalo makan mentahan terus, secara kami berdua belum terbiasa makan sesehat itu.

Atau sayur yang dikukus. Karena dengan mengukus (dibanding merebus), zat-zat bermanfaat dalam sayuran ga terbuang ke air, waktu masak relatif singkat (karena suhu uap dari air mendidih lebih panas dari air panas), dan warna tetep bagus. Menurut buku tips masaknya Wied Harry, 70% gizi sayuran larut air rusak ketika merebus sayuran. Tapi ya gitu, ada jenis pangan tertentu untuk waktu tertentu, krn ga setiap saat juga enak makan sayuran kukus ya.

Sebagai mantan anak kos yang hobi (di)masak(in), paling gampang ngolah sayuran itu kalo ga ditumis ya disop. Jadi weh pas di rumah tangga juga seringnya nyayur tumisan atau sop-sopan. Tumisan paling enak, apa aja bisa dimasukin ke tumisan. Kalo males masak, dari sayuran sampe lauk-lauk lainnya bisa saya masukin ke tumisan. Oke masuk deh ke tipsnya ya Continue reading Tumis sayuran warna-warni

My Simplest Salad; Recipe and Tips

Saya bukan pecinta sayuran, kecuali sayur sop, juga bukan pecinta lalapan. Tapi untuk yang satu ini saya suka banget banget. Salad. Bukan salad yang pake mayonaise atau thousand island itu, yang justru kurang pas di lidah saya. Sedari kecil mamah selalu bikin salad model begini. Saya sebagai anak ngikut aja deh ya, apalagi saya yang baru nikah dan masih beginner ini, bikin salad ini jadi salah satu keahlian saya. Maklum, jangankan sayur asem, bikin sayur sop aja masih suka kederAnyway langsung aja deh ya ini resepnya : Continue reading My Simplest Salad; Recipe and Tips